Showing posts with label yume. Show all posts
Showing posts with label yume. Show all posts

Monday, May 19, 2008

Dilamar!

Di mana?
> 3 ilir Palembang

Dapet orang mana?
> masih sodara [inses kie..]

Kapan lamaranx?
> 2nite

Nikahx?
> maybe next month [masih dibahas tuh]

Adat mana?
> berhubung mas kawinx ada 'sompah' yah Bugis donk [btw sompah ato sompang y? Artix apa?? Aku ga dong bahasa Bugis!]

Siapa sih yg mw nikah?
> sodaraku, anak adek suami dari adek mbahku dari pihak ibuku nah lo..

Pengen ga?
> argh, such a stupid question hahaha
(v_v)a;

Jadi, aku kapan?
> halah opo maneh kie??

Friday, May 02, 2008

Gadis kecil itu namanya..

Diawali dg tanyaku, "Lho matanya kenapa dek?". Karna di bagian bawah matanya ada benjolan kek bisul. Belum dapat jawaban darinya lantas tanteku menyela, "Dia agak oon, nakal pula. Kemaren mata Suni mau dicolok sama besi panas".
Dari situ aku tau bahwa aku ga bakal dapet jawaban apa2 dari si adek kecil. Matanya terpaku pada bungkus tango stroberi yg dipegang Suni, anak tanteku yg berumur 2 tahun 2 bulan. Dua tangannya menari nari di atas tanah. Mulutnya menganga. Pasti dia pengen tango stroberi itu.

Aku penasaran lalu kutanya perihal si adek kecil pada tanteku. Kata tante, dia anak istri kedua tetangga sebelah rumah. Tapi dia tinggal dg bapak, nenek dan seorang kakak perempuan yg berpenampilan lelaki. Hufh! Lagi2 tema poligami, capek rasanya. Istri pertama dipulangin ke orang tuanya sedangkan istri keduanya ditelantarkan di dusun, tak dinafkahi.

Karena keluarga si adek kecil ga suka padanya, maka tetangga jadi ikut2an. Lagipula tingkahnya yg nakal sangat tidak disukai, walau mereka tau si adek kecil punya keterbelakangan mental. Ga butuh waktu lama bagiku untuk mendapat bukti. Ketika neneknya keluar dari rumah hendak pergi entah ke mana, tiba2 si adek kecil lupa pada hasrat akan tango stroberi. Spontan dia berteriak sembari berlari mendekati sang nenek.

"Neeek! Ikuuut!", pintanya. Tapi sang nenek malah menunjuk nunjuknya dengan telunjuk. Memberi isyarat untuk berhenti mengejar dan segera masuk ke rumah. Dia tak merengek, juga tak langsung pulang ke rumah. Dia memilih cuek dan kembali bergabung bersama aku, Suni dan tanteku. Tangannya langsung gerak cepat menyambar bungkus tango stroberi yg diletak di pangkuan tanteku. Tiba2 Suni berteriak, "Angaaang! [jangan.Red]". Dibarengi dg sikap sigap tanteku yg langsung menepis tangan si adek kecil.

Hufh! Susah juga, di satu sisi Suni ga mau berbagi. Di sisi lainnya tanteku hendak memberi satu potong. Tapi apa boleh buat karna yg punya ga ngizinin. Daripada anak sendiri yg ngambek, tanteku memilih bersikap cuek.

Lama si adek kecil menunggu tapi yg ditunggu ga kunjung tiba [halah!]. Akhirnya si adek kecil pulang ke rumah, lalu keluar lagi dg sepeda kecil beroda empat. Kali ini ada bapaknya. Jadilah si adek kecil bermain dg si bapak. Tapi apa? Si bapak melempar batu ke arahnya tanpa kami tau sebabnya. Tega sekali, pikirku. Tak lama kemudian, si bapak meletakkan batu gede di antara roda belakang dan tiang sadel. Lalu si bapak memberi perintah untuk jalan. Bodoh! Ya mau sekuat apapun si adek kecil berusaha, bakal sia2. Teganya..

Kemudian setelah puas "menjahili", si adek kecil disuruh pergi jauh2. Dikayuh sepeda roda empat kecilnya ke arah ibu2 yg sedang duduk di pinggir jalan. Tiba2 kaki mereka tergilas roda pembantu sebelah kiri. Spontan ibu2 itu mengoceh tak karuan. Ada juga yg setengah mendorong tubuh si adek kecil agar menjauh. Hmm.. Ck ck ck..

Kemudian si adek kecil berhenti, turun lalu membetulkan spakbor depan yg menempel pada ban. "Oooh gara2 ini sepedaku ga bisa jalan", batinnya. Digeser2 lalu tangannya berpindah pada gayung sepeda. Diputar putar lalu berpindah lagi pada spakbor depan. Merasa cukup, si adek kecil mencoba mengayuh sepedanya. "Ga berhasil!", pikirnya. Lalu diseretnya sepeda kecil beroda empat itu hingga ke rumah. Kakak perempuannya [sumpah kek cowok betul!] cuek aja, pura2 ga dengar ketika si adek kecil memanggil minta tolong...

Oh Sella, siapa yg salah? Tuhan? Orang tuamu? Tetanggamu? Atau kamu? Yang jelas bukan Tuhan dan kamu kan, Sel?

Gadis kecil 7 tahun bertubuh kurus dalam balutan kaos bergambar stroberi itu kukira baru berumur 4 tahun.. Ah.. Hidup hidup..

Wednesday, April 23, 2008

@ the end of the month

Ada apa di akhir bulan?

C.E.K.A.K

bagi sebagian kalangan. Tapi bagiku cekak emang kondisi sehari2ku di sini. Bukan kondisi yg mewarnai akhir bulan2ku. Hmm.. Ga kerasa udah maw sampe di penghujung bulan April. Rasanya baru kemarin aku dan Nisa [sepupuku] melancarkan aksi April Mob ke Cuil. Waktu itu juga aku dikarantina di Nusa Indah kamar no 2.

Waktu untuk segera memutuskan langkah apa yg akan diambil selanjutnya akan segera tiba. Kek kata Ira Maya, "Rasa deg deg an dalam hati.." kerasa banget.. Agak takut juga neh. Takut mengambil langkah yg kurang tepat lagi. Takut untuk menentukan pilihan hidup. Lho, emang aku maw nikah? Hahaha..
(^_^)a ->garuk2 pala'

Bukan nikah, tapi nentuin apa yg kelak bakal aku lakoni. Kesibukan macam apa yg aku pilih untuk mengisi sisa2 hidupku. Lho, kek orang yg maw m**i aja hihihi.. Huuufh! Binun dan takut..

_very moody really lately, semangad!-

Monday, September 17, 2007

im serious!!!

pukul 5 pagi ini [baru beberapa menit yg lalu], aku dibangunkan oleh adekku -kiki-. ternyata ada telpon dari seberang pulau sana -dimana aku selalu merindukan yg terkasih-.

ibu bertanya : "lagi apa? kapan pulang? yan, ini baru diem2... ada tawaran kerja di pertamina ngegantiin orang yang pensiun. infonya langsung dari beliau. pake ijazah smu-mu bisa, tapi kalo mau pake yang d3 juga cepet2 kirim kopiannya ke sini -palembang.Red-. terkadang kalian tuh ga tau seberapa susah cari kerja".

tak terasa -humanis sekali rasanya- air mataku meleleh, dan aku mengiyakan dengan nada tegar : "iya bu, berapa gajinya? ya ntar rian kirim...".

si kiki -yang dari tadi tak kulihat karena aku terpejam- lalu mengambil hp dan melanjutkan pembicaraan mengenai pulang mudik nanti.

aku? aku langsung membenamkan kepala di bawah bantal -berbentuk tulang kado ulang tahun dari G2- sembari terus2an mewek.

setelah pembicaraan mereka usai, kiki bertanya berulang2 : "yuk, ngapain nangis?".

diam. aku diam, terisak. terbayang baru saja kemarin aku membangun pilar2 semangad untuk menjadi antropolog wanita Indonesia. baru saja semalam aku nggarap tugas MPE dengan SANGAD SANGAD BERSEMANGAD...

tak tega, aku menjawab : "ntar ki, ga bisa ngomong...". entah dia dengar atau tidak. lalu dia menghilang, mengambil wudhu -shalat subuh-.

aku? aku tak biarkan diriku berbaring di atas kasur terepes dingin itu! aku langsung mandi, keramas. lalu shalat subuh.

kembali kiki bertanya : "yuk, kau kenapa?".

singkat aku jawab : "mandi".

TAU KAH KAU?

ijazah d3 ku, teronggok tak berdaya di atas rak bukuku. gara2 aku nge-double kuliah -walaupun yg satu dah kelar- bukan berarti aku udah lega! kemarin aku ditawarkan kerja di hotel pasifik tapi aku menolak dengan alasan perbedaan orientasi -kerjaan yang ditawarkan pasti duduk diam, aku inginnya keliling meneliti-.

ga adil rasanya, di saat banyak yang mencari kerja aku malah menolak mentah2. dan di saat pilar2 semangad untuk kuliahku berdiri kokoh, pilar2 itu hancur dalam hitungan detik!

aku benci mereka yang males kuliah!!! aku serius!!!

teringat aku pada impian2 masa sekolah dulu, aku kuliah dan menjalani hidupku -my own life- sesuai dengan apa yang aku inginkan, tanpa paksaan -ga underpressure-. kejahatankah yang dilakukan orang tuaku ketika mereka menginginkan aku bekerja -atau kuliah- sesuai bidangku? -ipa dan kesehatan-.

ibu dulu ingin aku jadi dokter [umum/gigi]. aku iyakan.
bapak dulu ingin aku jadi ambassador. aku iyakan.
semuanya ga ada yang tercapai...
karena ternyata aku tidak mau...
alasan yang sangat sederhana, bukan?

tidak, mereka tidak jahat sama sekali. mereka secara humanis menginginkan kebahagiaanku -dan aku berterima kasih untuk itu, sangat-.

tapi, kali ini aku mohon pengertian dan restu ibu bapak untuk melangkah. menggapai apa yang ingin aku raih... hanya sebentuk keikhlasan yang sangat sangat tulus sebagai pondasi pilar2 semangadku...

amiin amiin amiin

-luv u all mom dad bro sis... maaf ayuk egois...-

*) yuk-ayuk = kakak perempuan [palembangnese]